Tips Sukses Melatih Si Kecil Toilet Training

Posted on Updated on

( Oleh: Febiana Pratomo, M.Psi, Psikolog )

yhBagi orang dewasa, menggunakan toilet adalah hal mudah dan biasa. Namun bagi balita yang baru belajar menggunakan toilet, ini adalah perjuangan. Proses belajar ini penting karena merupakan perubahan psikologis yang signifikan pada balita, yang menandai “kemerdekaan” baru (lepas dari popok). Hubungan balita dengan orangtuanya pun mengalami pergeseran karena anak menjadi semakin mandiri. Untuk itu, toilet training sebaiknya dilakukan saat anak sudah siap. Tak perlu memaksa jika si kecil menolak karena bisa membuatnya trauma. Nah, bagaimana memastikan si kecil sudah siap untuk toilet training? Berikut ulasannya.

Langkah pertama adalah mengetahui pada usia berapa anak siap untuk toilet training, biasanya sekitar usia 18-24 bulan karena di usia itu otot-ototnya mulai dapat mengontrol kandung kemihnya. Di bawah usia 18 bulan kemungkinan belum mampu dilatih karena anak belum bisa mengendalikan BAK (buang air kecil) dan BAB (buang air besar). Sebaiknya usahakan anak sudah tidak pakai popok di usia 2,5-3 tahun.index

Langkah kedua adalah mengenali tanda-tanda si kecil siap dilatih menggunakan toilet, diantaranya:

  • Mulai BAK/BAB secara teratur pada waktu-waktu tertentu, sehingga Anda dapat memprediksinya
  • Popok tetap kering selama 2 jam/lebih dalam sehari
  • Saat terbangun dari tidur siang, popoknya tetap kering
  • Sadar ketika popoknya basah & merasa tidak nyaman karenanya
  • Dapat mengatakan secara verbal kalau ia ingin BAK atau BAB
  • Sudah dapat berjalan dengan baik, bahkan berlari, ke toilet
  • Dapat mengikuti instruksi sederhana
  • Dapat membuka celana & memakainya kembali
  • Bisa bertahan duduk dalam satu posisi minimal 5 menit

toilet-trainingSetelah melihat tanda-tanda kesiapan dilatih menggunakan toilet, langkah selanjutnya adalah menarik perhatian si kecil agar ia mau menggunakan toilet. Setiap anak berbeda. Ada yang dengan sendirinya sudah tertarik, namun ada anak yang membutuhkan upaya khusus untuk membuatnya tertarik. Buatlah suasana yang menyenangkan di toilet, misalnya bercerita, bernyanyi atau mengobrol santai dengan anak. Tidak perlu terlalu lama menahannya duduk di toilet, sekitar 5-10 menit. Jika terlalu lama bisa membuat si kecil bosan dan menghindar. Gunakan dudukan toilet dengan motif kartun/tokoh kesukaan untuk membuatnya tertarik. Bisa juga berikan boneka atau buku cerita favoritnya sebagai teman saat BAB.

Langkah terakhir adalah menyiapkan si kecil untuk toilet training. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Amati jadwal BAK dan BAB anak. Biasanya anak merasakan keinginan untuk BAB sekitar 1 jam setelah makan, sebanyak 1-2 kali sehari. Dengan mengenali jadwalnya, akan lebih mudah untuk mengajaknya menyalurkan dorongan BAK/BAB di tempat dan waktu yang tepat.
  • Kenali perubahan ekspresi wajah atau perilaku, misalnya saat bermain atau melakukan kegiatan lain anak tiba-tiba terdiam dan menghentikan kegiatannya. Selain memperhatikan gejala tersebut, Anda juga bisa juga mendudukkan anak di pispot setiap 2 jam sekali. Lakukan sampai anak mengerti kapan harus memberikan tanda kepada Anda jika ia ingin BAK/BAB.
  • Kenalkan dan biasakan anak BAK dan BAB di pispot. Minta ia memperhatikan ketika Anda membuang dan menyiram kotorannya dari pispot/popok ke dalam kloset. Lain kali ijinkan ia yang menyiram atau menekan tombol flush.
  • Gunakan cerita sederhana, bisa dari buku atau karangan Anda sendiri, tentang cara BAK dan BAB memakai toilet. Anda bisa juga dapat memberikan contoh langsung, jika merasa nyaman, agar anak paham cara memakai toilet dan kemudian menirunya.

Usia si kecil sudah pas, tanda-tanda siap dilatih sudah terlihat, persiapan sudah dilakukan. Lalu Anda mulai melatihnya danet bertanya-tanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berhasil toilet training? Seperti keunikan setiap anak, begitu juga lamanya waktu yang dibutuhkan berbeda-beda pada setiap anak. Latihan ini membutuhkan bimbingan intensif, waktu dan kesabaran namun biasanya setelah 3-6 bulan latihan rutin, anak sudah mengerti tentang toilet training. Mulai biasakan anak untuk BAK di toilet sebelum tidur dan setelah bangun tidur.

Jika dalam proses ini sesekali si kecil masih BAK atau BAB di celananya, jangan menghukumnya atau menunjukkan kekecewaan. Kemarahan hanya akan membuat anak takut dan tidak mau memberitahu saat ia ingin BAK/BAB. Berikan pujian ketika ia berhasil BAK/BAB di toilet. Jadikan toilet training sebagai proses belajar yang penting dalam hidupnya, namun tetap dalam suasana menyenangkan. Selamat berproses bersama si kecil, ingat Anda sedang mengantarnya menuju “kemerdekaan”.

*Referensi:

Pudjiadi, Marissa dkk. 2013. 25o Tanya Jawab Kesehatan Anak. Jakarta: PT Gramedia.

Tedjasaputra, Mayke S. 2012. Tanya Jawab Tumbuh Kembang Batita. Jakarta: Penerbit Erlangga.