IBU-AYAH vs. NENEK-KAKEK

Posted on Updated on

( Oleh : Dhisty Azlia Firnady S. Psi.)

kkekSebut saja Ibu Mawar, Ia merupakan ibu dari satu anak berusia 5 tahun dan tinggal bersama ibu mertuanya di dalam satu rumah. Ibu Mawar mengaku bahwa dirinya sering merasa tidak nyaman dengan keterlibatan ibu mertuanya dalam mengasuh anak karena terlalu memanjakan anaknya, bahkan Ibu Mawar merasa anaknya telah menjadi princess di rumah karena terlalu dimanjakan dan ‘serba dilayani’ oleh sang nenek. Hal itu tentunya sering membuat Ibu Mawar pusing terhadap keadaannya sebagai anak dari orangtuanya sekaligus ibu dari anaknya. Di satu sisi Ia merasa segan pada orangtuanya, namun disisi lain Ia merasa anaknya makin sulit dikendalikan.

Sebagai orangtua, pernahkah atau apakah Anda mengalami hal yang sama seperti Ibu Mawar? Pada budaya Timur, khususnya Indonesia, grandparenting atau keterlibatan nenek dan/atau kakek dalam mengasuh anak memang kerap dilakukan. Keterlibatan mereka dapat berupa pendisiplinan anak, daily care seperti memandikan, menyuapi makan, menggantikan popok, dan hal lainnya. Hal itu bukan menjadi masalah tentunya, apalagi bagi sang nenek dan/atau kakek. Melakukan grandparenting ternyata terbukti dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental orangtua, meningkatkan kerja dan fungsi otak, dan menghindari orangtua dari kesendirian dan kesepian.

hhhGrandparenting pun dapat berguna bagi sebuah keluarga karena adanya family support system, yaitu sebuah dukungan dari pihak keluarga lain. Anak yang mendapatkan pengasuhan dari nenek dan/atau kakeknya pun dapat merasakan manfaatnya. Sebuah penelitian menunjukkan adanya peningkatan performa anak yang turut diasuh oleh nenek dan/atau kakeknya. Mereka juga memiliki sikap yang lebih sopan dan dapat menghargai orang lain.

Namun, tidak selamanya grandparenting dianggap baik bagi sebagian orangtua. Beberapa kasus menggambarkan bahwa grandparenting dapat pula menjadi sebuah masalah bahkan awal dari pertengkaran keluarga walaupun nenek-kakek telah memiliki pengalaman yang lebih dalam mengasuh anak.

Mengapa bisa terjadi?

  • hsPara nenek dan/atau kakek biasanya merasa telah memiliki banyak pengalaman dalam mengasuh anak, sehingga mereka cenderung ingin turut berkontribusi dalam melakukan pengasuhan kepada cucu mereka. Adapula sebagian nenek/kakek ingin menunjukkan kepada anak mereka mengenai bagaimana cara mengasuh anak yang baik dan benar versi mereka.
  • Nenek dan/atau kakek memiliki cara yang berbeda dalam mengasuh dan mendisiplinkan cucu mereka. Tidak dapat dipungkiri, sebagian besar nenek-kakek akan sangat memanjakan cucu melebihi anak mereka sendiri apalagi jika mereka mengasuh cucu pertama. Terkadang, sikap memanjakan cucu tersebut akan terus berlanjut sampai sang cucu mulai tumbuh besar. Tidak jarang nenek dan/atau kakek menjadi ‘pelindung’ dan ‘pembela’ anak jika keinginan mereka tidak dapat dipenuhi oleh orangtua.

Apa yang dapat Anda dan pasangan Anda lakukan sebagai orangtua sang anak?

  • Berusahalah untuk tetap mendengarkan pendapat orangtua Anda. Anda tidak harus setuju terhadap pendapat dan cara mereka mengasuh, tetapi Anda TETAP harus mendengarkan apa yang mereka coba utarakan dan memilah apa yang akan Anda lakukan dan tidak. Jika Anda menolak untuk mendengarkan, miiiungkin saja ada hal penting yang terlewatkan dalam mengasuh anak. Bisa jadi apa yang orangtua Anda utarakan dan lakukan sebenarnya merupakan hal yang positif.
  • Bicarakan kepada orangtua Anda (sang nenek dan/atau kakek) mengenai pendapat dan alasan Anda dalam memilih gaya pengasuhan. Jelaskan pula bahwa Anda memiliki suatu tujuan dalam mengasuh anak (contoh: Anda menginginkan sang anak harus mencapai sebuah prestasi terlebih dahulu untuk mendapatkan apa yang ia inginkan), oleh karena itu Anda berpikir bahwa Anda harus mengasuh anak dengan cara yang telah Anda rencanakan. Saat berbicara dengan orangtua Anda,
  • yakini pula bahwa mereka pun dapat berkontribusi dalam mengasuh sang cucu dengan menerapkan gaya pengasuhan yang sama. Anda dan pasangan dapat melakukan diskusi rutin dengan orangtua mengenai bagaimana mengasuh anak yang baik. Pada dasarnya mereka (orangtua) akan merasa sangat dihargai dan sangat suka jika seseorang yang lebih muda dapat mendengarkan pikiran dan pengalaman mereka.
  • Usahakan untuk tidak mengkritik atau menyalahkan orangtua Anda. Ingatlah bahwa tidak jarang jika orangtuaimages sedih atau merasa tersinggung jika disalahkan, apalagi jika kita mengingat bahwa mereka lebih dulu memiliki pengalaman dalam mengasuh anak. Dalam hal ini, Anda dapat mengatakan “Saya menghargai usaha ibu/ayah dalam mengasuh cucu, namun saya akan bertanya jika saya membutuhkan bantuan dalam mengasuh anak.” atau “Saya menghargai pengetahuan ibu/ayah terhadap pengalaman kalian, namun saya akan lebih menghargai jika kalian dapat mengasuh anak sama seperti yang saya lakukan karena ….. (utarakan alasan Anda mengap Anda mengasuh anak dengan cara Anda)”.

*) Ilustrasi cerita Ibu Mawar telah disetujui untuk dipublikasi