APA ITU PARENTING STRESS? BAGAIMANA CARA MENGHINDARINYA?

Posted on Updated on

(Oleh: Dhisty Azlia Firnady)

“Mengasuh anak ini sungguh sulit! Butuh waktu yang lama untuk membuatnya mau makan dan tidur!”

“Hhhh…. Harus ekstra sabaaaaarrr deh kalo ngurus anak bontot satu ini”

“Gak tau deh maunya anak ini apa, susah sekali mengaturnya”

“Saya sudah tidak sanggup lagi mengasuh anak ini! Bukan main kelakuannya…”

Tidak bisa dipungkiri bahwa kalimat-kalimat diatas sering terucap oleh para orangtua, apalagi oleh seorang ibu. Sebagai pemeran utama dalam menjalankan tugas domestik, pastinya banyak hal yang menjadi tantangan seorang ibu dalam mengasuh anak. Tidak selamanya seorang ibu dapat memenuhi kebutuhan sang anak. Ada kalanya apa yang diinginkan anak berbeda dengan keinginan ibu sebagai orangtuanya. Ada kalanya pula ibu memiliki perasaan letih dalam mengasuh anak dengan baik.

Pengalaman seperti itu tidak menutup kemungkinan bahwa seorang ibu memiliki hidup yang penuh dengan stres. Seiring dengan berjalannya waktu, stres yang dialami ibu menumpuk dan tingkat parenting stress menjadi tinggi. Parenting stress merupakan keadaan ketika orangtua (baik ayah maupun ibu) mengalami kesulitan untuk memenuhi peran mereka sebagai orangtua. Perlu diketahui bahwa ‘stres’ disini merupakan stres yang dialami ibu dalam mengasuh anak. Jika tingkat parenting stress orangtua tinggi, hal ini akan berdampak negatif bagi diri ibu sendiri, anak, bahkan hubungan antar keduanya.

Parenting stress ini mungkin saja dialami oleh hampir semua ibu, namun dengan tingkat yang berbeda-beda. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan tingginya tingkat parenting stress. Karakteristik orangtua, seperti kesehatan mental, jenis kelamin, peran, dan status pernikahan merupakan prediktor tingkat parenting stress. Biasanya, parenting stress lebih banyak dialami oleh ibu yang lebih banyak memilki peran dalam rumah tangga, terlebih lagi bagi mereka yang merupakan orangtua tunggal. Selain itu, karakteristik anak seperti usia anak yang masih kecil, urutan kelahiran, masalah perkembangan dan kesehatan anak juga menjadi faktor tingginya tingkat parenting stress.

Adapula tips agar seorang ibu terhindar dari parenting stress yang tinggi. Ibu dapat menghindari parenting stress dengan mengatur stres melalui beberapa aktivitas. Pertama, luangkanlah banyak waktu bermain bersama anak. Dengan bermain, ibu akan mengetahui kebutuhan-kebutuhan yang anak inginkan. Hal ini juga akan meningkatkan rasa senang dalam diri ibu untuk mengasuh anak. Kedekatan antara ibu dan anak ini diduga memiliki dampak positif terhadap kepercayaan diri seorang ibu.

Kedua, take your time, mommies! Me time, atau waktu untuk diri sendiri juga diperlukan agar terhindar dari parenting stress. Tidak ada salahnya untuk memiliki 2-3 jam per minggu untuk memanjakan diri sendiri setelah 24/7 mengurus anak dan suami di rumah. Tidak harus bepergian keluar rumah seperti pergi ke mall atau salon, ibu dapat melakukan aktivitas atau hobi di dalam rumah untuk mengisi waktu me time. Membaca buku, memasak, atau merajut mungkin bisa menjadi opsi untuk me time.

Ketiga, cobalah untuk membangun koneksi dengan kolega, seperti tetangga atau teman lama. Memiliki agenda rutin dengan kolega merupakan hal yang bisa menghindari diri Ibu dari parenting stress. Ibu dan kolega dapat saling sharing mengenai masalah yang ditemukan dalam mengasuh anak. Mungkin saja, ibu juga mendapatkan ‘pencerahan’ dari hasil sharing dengan kolega lainnya. Tanpa disadari, hal itu menjadi sebuah dukungan sosial bagi ibu dalam mengasuh anak.

So, mommies, tidak sulit untuk mencegah terjadinya parenting stress pada diri kita. Parenting stress tidak hanya merugikan diri sendiri, namun juga merugikan anak dan hubungan antara ibu dan anak. Mulailah dengan meluangkan waktu lebih bersama anak, ‘memanjakan’ diri di waktu senggang, dan cobalah aktif dalam mencari dukungan sosial.

Sumber:

Abidin, R. (1990). Introduction to The Special Issue: The Stresses of Parenting. Journal of Clinical Child Psychology, 19(4), pp. 298-301. DOI: 10.1207/s15374424jccp1904_1

Duvall, E., Miller, B. (1987). Marriage and Family Development (ed. 6). New York: Harper & Row Publisher.

Helkenn, J. (2007). Correlates of Parenting Stress: Child, Parent, and Environmental Characteristics in a Low-Income Sample of Parents of Preschool Children (Doctoral Dissertation, University of South Dakota). Diakses melalui http://search.proquest.com/docview/304805298/3943FC856251424DPQ/1?accountid=17242

Hansen, F. Parenting and Stress: Developing Your Own Coping Strategies. Diakses melalui http://adrenalfatiguesolution.com/parenting-stress/

Healthline Ed. Team. (2013). Tips to Avoid Parental Burnout. Diakses melalui http://www.healthline.com/health/tips-avoid-parental-burnout#1.

Morgan, J., Robinson, D, Aldridge, J. (2002). Parenting Stress and Externalizing Child Behavior. Child & Family Social Work, 7(3), 219-225. DOI: 10.1046/j.1365-2206.2002.00242.