Internet : Antara Kawan dan Lawan

Posted on Updated on

(Oleh : Harfiah Putu Ponco, M.Psi)

Di masa sekarang ini, keberadaan internet telah mempermudah kita dalam berkomunikasi dan juga mencari informasi. Melalui internet kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja dari seluruh dunia tanpa harus keluar dari rumah. Melalui internet kita juga hampir bisa mendapatkan segala macam informasi dalam waktu singkat tanpa harus beranjak dari tempat duduk. Mengaksesnya juga semakin mudah. Mulai dari komputer pribadi, tablet, sampai dengan telepon pintar (smartphone) di genggaman tangan. Namun, segala kemudahan yang ditawarkan oleh internet ini harus disikapi dengan bijak. Karena dibalik segala kemudahannya, ada bahaya yang juga mengintai di dunia maya tersebut.

Di satu sisi, internet dapat digunakan sebagai salah satu media bagi anak untuk belajar dan juga bermain. Namun di sisi lainnya, akses informasi tanpa batas ini juga membuat anak rentan untuk terpapar materi negatif (pornografi, kekerasan, dll) yang pada akhirnya dapat mempengaruhi perilakunya. Selain itu, akses komunikasi tanpa batas ini juga tidak jarang digunakan oleh orang-orang yang berniat jahat untuk menjaring korbannya. Dengan demikian, orangtua harus membuka mata dan berperan aktif untuk membimbing putra-putrinya agar dapat menggunakan internet dengan sehat dan tidak menjadi korban dari efek negatif dunia maya. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan :

  1. Bangun keterbukaan komunikasi dan kedekatan dengan anak sejak dini.

Jika anak dapat merasa bebas untuk membicarakan dan mendiskusikan apapun dengan orangtuanya, maka ia akan lebih terbuka dan enggan untuk menyimpan rahasia dari orangtuanya. Orangtua jadi lebih mudah untuk memantau hal apa yang sedang digeluti anaknya dan juga permasalahan apa yang sedang dialami anaknya. Selain itu, anak juga akan cenderung lebih mudah untuk diarahkan.

  1. Batasi akses internet sesuai kebutuhan.

Saat ini banyak orangtua yang sudah melengkapi anak-anak mereka dengan telepon pintar tanpa mengetahui hal apa saja yang bisa dilakukan anak mereka dengan telepon pintar tersebut. Dalam hal ini orangtua harus mendorong diri mereka agar melek teknologi. Kenali fungsi dari semua peralatan yang dimiliki anak (telepon, komputer, modem, dll) dan bagaimana mengaturnya. Untuk melakukan pembatasan akses internet sesuai dengan kebutuhan, dapat melalui :

  • Pembatasan alat yang digunakan.

Anak Sekolah Dasar tentunya belum membutuhkan telepon pintar yang dapat digunakan untuk mengakses sosial media maupun browsing internet. Jika tujuan orangtua melengkapi anaknya dengan telepon genggam adalah untuk berkomunikasi, maka gunakanlah telepon yang memang hanya dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan orangtuanya. Berikan batasan (sesuai dengan usia dan kebutuhan) kapan anak dapat menggunakan telepon maupun peralatan elektronik lainnya dengan fitur-fitur tertentu.

  • Pebatasan akses layanan internet

Orangtua harus memahami dulu kapan anak membutuhkan layanan internet dan dibutuhkan untuk apa saja. Kenali layanan yang diberikan penyedia layanan seluler yang digunakan anak dan sejauh mana layanan tersebut dapat digunakan oleh anak melalui teleponnya. Pantau penggunaannya.

Jika kebutuhan anak akan internet adalah sebatas mengerjakan tugas sekolah. Maka bisa saja orangtua menyediakan komputer di rumah yang dapat digunakan untuk mengakses internet, yang penggunaannya tetap dalam pengawasan. tMisalnya komputer dengan akses internet digunakan bersama di area keluarga atau di ruang belajar.

  • Pembatasan materi yang dapat diakses anak

Pelajari cara untuk memantau aktivitas internet anak dan juga cara untuk membatasi/menyaring materi yang dapat diakses anak. Saat ini sudah ada program-program yang dapat digunakan untuk hal tersebut.

  1. Bimbing anak untuk menggunakan internet secara sehat

Untuk membimbing anak menggunakan internet dengan cara yang sehat, orangtua dapat mengajak anak untuk berdiskusi, memberikan masukan, pengarahan, dan pendampingan :

  • Beri pemahaman pada anak tentang materi-materi yang tidak boleh diakses, misalnya materi yang mengandung konten pornografi, kekerasan, dll. Bila ada kondisi di mana anak perlu mengakses materi tersebut, maka dampingi anak. Untuk inilah pentingnya keterbukaan komunikasi dan kedekatan dengan anak.
  • Bimbing anak mengenai cara berinteraksi yang baik dalam dunia maya. Seperti bagaimana menjaga privasi, bagaimana etika dalam berinteraksi di dunia maya, bagaimana sikap kita dalam menanggapi tulisan maupun komentar orang lain, dll.
  • Beri pemahaman pada anak tentang batasan informasi yang dapat dibagi di dunia maya. Misalnya tulisan, foto, alamat/lokasi, dll. Hal ini juga penting karena tidak sedikit kejahatan yang dilakukan melalui dunia maya. Ajari anak untuk membatasi dirinya mengungkapkan informasi pribadi dan keluarga yang mungkin dapat digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dengan mengenali dan menyikapi internet secara bijak, kita dan keluarga dapat memetik manfaat positif dari kemajuan teknologi ini dan sebisa mungkin terhindar dari efek negatifnya. Selamat berselancar di dunia maya!