Anak Lebih Dekat dengan Pengasuh : Efek Ibu Bekerja?

Posted on Updated on

( Oleh : Febiana Pratomo, M.Psi )

Menjalankan peran ganda sebagai istri, ibu dan wanita karir bukan hal mudah. Di saat seperti ini, mungkin Anda merasa sangat terbantu dengan kehadiran pengasuh anak. Ternyata ketika anak semakin besar, Anda menyadari bahwa ia lebih akrab dan lebih mudah diatur oleh pengasuhnya. Masih ingat dengan video yang ramai beredar menjelang May Day (Hari Buruh Internasional), dimana para ibu disandingkan dengan para pengasuh anak mereka? Rupanya saat diberi pertanyaan seputar keseharian anak, para pengasuh dapat menjawab lebih tepat dibandingkan para ibu. Ada yang memiliki pengalaman serupa? Atau berharap hal itu tidak terjadi pada Anda?

Tidak jarang anak terlihat lebih sedih, bahkan sampai sakit, saat berpisah dengan pengasuhnya dibandingkan berpisah dengan Anda. Kondisi tersebut mungkin membuat Anda “patah hati”, bahkan merasa bersalah karena bekerja. Daripada berkutat dengan perasaan bersalah, mari pahami penjelasan di balik kondisi tersebut. Kedekatan anak dengan seseorang, termasuk dengan orangtuanya, tidak serta merta terjadi. Penting untuk diingat, bahwa pada 2-3 tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa ia menjalin ikatan penuh afeksi (attachment) dengan orangtua, terutama ibu. Attachment menggambarkan kualitas hubungan, sejauh mana anak percaya (trust) bahwa Anda akan merespon kebutuhan fisik, kenyamanan dan rasa aman (secure).

Rasa tidak aman (insecure) dapat terpupuk melalui banyak cara. Minim kontak fisik dengan anak merupakan salah satunya. Begitu juga jika Anda seringkali tidak memusatkan perhatian pada anak, lambat merespon ketika anak mengajak berkomunikasi, menolak ajakan bermain karena terlalu lelah atau harus menyelesaikan pekerjaan. Anak belajar dari pengalamannya bahwa Anda tidak merespon kehadirannya dengan hangat, dan selanjutnya ia akan menghindari atau melawan Anda. Akan tetapi, berhenti kerja bukanlah jaminan bahwa hubungan Anda dan anak akan lebih baik. Lalu bagaimana agar kualitas hubungan dengan anak tetap terjaga meskipun Anda harus bekerja?

Pertama, selama Anda bekerja tetap pertahankan komunikasi dengan anak. Jangan menelpon hanya untuk memeriksa apakah ia sudah makan atau mengerjakan PR. Bicarakan hal-hal lain, tunjukkan bahwa Anda memang tertarik mendengar ceritanya. Kedua, ketika sampai di rumah, tinggalkanlah peran Anda sebagai wanita karir dan fokuslah dengan peran Anda sebagai ibu. Jangan biarkan masalah pekerjaan mengganggu momen kebersamaan Anda dengan anak. Ketiga, sebelum meluangkan waktu bersama anak, tidak ada salahnya meminta waktu sejenak untuk mandi dan berganti pakaian. Bila perlu, beristirahatlah sebentar. Dengan tubuh dan pikiran yang rileks, Anda dapat lebih memusatkan perhatian saat bersamanya.

Terakhir, jangan ragu menunjukkan kasih sayang pada anak melalui pelukan, ciuman, usapan di kepala atau punggungnya. Fakta ilmiah menyimpulkan, pelukan memiliki efek sangat baik secara psikologis maupun fisik. Secara umum, pelukan (atau kontak fisik dalam bentuk lain) yang dilakukan dengan tulus hati akan memberikan kenyamanan dan rasa aman. Yang terutama, anak akan merasakan bahwa dirinya dicintai. Perasaan dicintai menimbulkan kebahagiaan dan dapat meningkatkan kepercayaan diri anak. Bukankah itu yang diharapkan setiap orangtua?

Selamat berproses membangun attachment dengan anak Anda!