Sibling Rivalry

Posted on Updated on

Berikut ringkasan Sibling Rivalry yang didapat dari kegiatan Kuliah Via Whatsapp Institute Ibu Profesional pada tanggal 17 April 2015 dengan Narasumber Ibu Ratih Zulhaqqi, M.Psi.

Apakah itu sibling rivalry?

Sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan/kompetisi dan pertengkaran antar saudara (kakak-adik) dan terjadi pada hampir semua orangtua yang memiliki anak lebih dari satu. Permasalahan seringkali dimulai setelah kelahiran anak kedua. Sibling rivalry biasanya berlanjut sepanjang masa dan dapat menyebabkan orangtua menjadi frustrasi dan stres karena situasi tersebut tidak kunjung reda/selesai. Ada banyak hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu anak-anak mereka untuk bergaul lebih baik dan menyelesaikan suatu konflik dengan cara yang positif. Namun, kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai hal-hal yang menyebabkan Sibling Rivalry terjadi.

Kenapa Sibling Rivalry terjadi?

Penyebab persaingan antara saudara (kakak-adik) terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. Evolving needs.

Perubahan kebutuhan anak-anak adalah hal yang wajar, dimana kecemasan dan identitas mempengaruhi bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. Misalnya, seorang anak balita secara alami melindungi mainan dan barang-barang mereka, dan belajar untuk menegaskan keinginan mereka, yang mereka akan lakukan di setiap kesempatan. Jadi jika seorang adik mengambil mainan kakak, maka kakak kemungkinan akan bereaksi agresif. Anak-anak usia sekolah seringnya belum memiliki konsep yang kuat mengenai keadilan dan kesetaraan, sehingga anak belum mengerti mengapa saudaranya di usia lain diperlakukan secara berbeda atau merasa seperti satu anak mendapat perlakuan istimewa. Sedangkan pada remaja, mereka sedang mengembangkan rasa individualitas dan kemandirian. Mereka dapat merasa benci untuk membantu pekerjaan rumah tangga, mengurus adik-adik, atau bahkan ketika harus menghabiskan waktu bersama-sama keluarga. Semua perbedaan ini dapat mempengaruhi cara anak berkelahi dengan saudaranya satu sama lain.

  1. Individual temperament.

Dalam hal ini termasuk suasana hati, kemampuan beradaptasi dan kepribadian anak-anak untuk memainkan peran besar dalam pergaulan. Sebagai contoh, jika seorang anak memiliki karakter anak yang santai sedangkan saudaranya memiliki karakter mudah marah/sensitif, hal ini mungkin dapat menyebabkan pertengkaran saudara. Demikian pula, seorang anak yang sangat dekat dan memiliki kebutuhan yang tinggi untuk mendapatkan kenyamanan dan kasih sayang dari orangtuanya membuat saudaranya iri dan mengakibatkan terjadinya pertengkaran saudara.

  1. Special needs/sick kids.

Anak berkebutuhan khusus atau memiliki masalah emosional memerlukan lebih banyak waktu orangtua. Hal ini membuat saudara-saudaranya melihatnya sebagai perbedaan sikap orangtua, sehingga mereka melakukan beberapa perlakuan sebagai bentuk untuk mendapatkan perhatian orangtua.

  1. Role models.

Cara orang tua mengatasi masalah dan pertengkaran memberikan contoh yang kuat pada anak-anak. Ketika orangtua berkonflik dan memberikan contoh penyelesaian secara baik-baik dan tidak agresif, hal ini menjadi contoh yang akan ditiru anak-anak ketika mereka mengalami masalah satu sama lain. Jika anak-anak melihat sikap orangtua yang secara rutin berteriak, membanting pintu, dan membantah dengan suara keras ketika menghadapi masalah, maka mereka cenderung untuk menirukan sikap orangtuanya tersebut.

Hal lain yang menyebabkan sibling rivalry diantaranya adalah:

  1. Anak-anak merasa mereka mendapatkan jumlah yang tidak sama dalam mendapatkan perhatian orangtua.
  2. Anak-anak mungkin merasa hubungan mereka dengan orangtua menjadi terancam oleh kedatangan bayi baru.
  3. Anak-anak yang lapar, bosan atau lelah lebih cenderung menjadi frustrasi dan mulai pertengkaran.
  4. Anak-anak belum mengetahui bagaimana cara yang positif untuk memulai kegiatan bermain dengan kakak atau adik, sehingga mereka berkelahi sebagai gantinya.
  5. Dinamika keluarga yang tidak membiasakan anak untuk berbagi dengan saudaranya, meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama seperti makan bersama, berjalan-jalan bersama di akhir pekan, atau berbagi peran dalam tugas di rumah.
  6. Stres dalam kehidupan orangtua dapat mengurangi jumlah waktu dan perhatian yang diberikan orangtua terhadap anak-anak mereka, sehingga meningkatkan pertengkaran antar saudara.

How can I help my kids get along better?

  1. Pisahkan anak-anak sampai mereka tenang. Kadang-kadang hal yang perlu dilakukan adalah yang memberi mereka ruang untuk beberapa saat. Jika tidak, pertengkaran bisa meningkat lagi. Jika orangtua ingin menasehati anak, tunggu sampai emosi telah mereda.
  2. Jangan berusaha untuk mencari siapa yang salah. Namun ajarkan anak jika mereka terlibat pertengkaran, maka mereka pun yang bertanggung jawab.
  3. Selanjutnya, cobalah untuk membuat sebuah “win-win” situation, dimana setiap anak dapat memperoleh suatu kesempatan/hal. Ketika mereka berdua menginginkan mainan yang sama, mungkin sebagai gantinya dapat dilakukan permainan lain yang mereka bisa bermain bersama.

Ingatlah, sebagai anak-anak yang sedang mengatasi pertengkaran, mereka juga belajar keterampilan untuk menghargai perspektif orang lain, berkompromi, bernegosiasi, dan bagaimana mengendalikan dorongan agresif.

Namun jika sibling rivalry yang terjadi begitu parah sehingga mengganggu emosional dan fungsi sehari-hari pada anak, maka orangtua dapat mencari bantuan dari seorang professional kesehatan mental atau psikolog. Adapun sibling rivalry yang membutuhkan bantuan dari professional adalah jika:

  1. Sangat parah sehingga menyebabkan masalah perkawinan/hubungan orangtua memburuk
  2. Menciptakan suatu bahaya seperti kerusakan fisik dari anggota keluarga
  3. Merusak harga diri atau kesejahteraan secara psikologis pada anggota keluarga lainnya
  4. Menyebabkan gangguan depresi pada anggota keluarga

Berikut Question and Answer tentang Sibling Rivalry dengan narasumber Ratih Zulhaqqi.

12  3

456789