Mengatasi Anak yang Minder

Posted on

Tidak semua anak memiliki rasa percaya diri yang cukup tinggi. Beberapa anak memiliki sifat terlalu pemalu sehingga terkesan minder saat bergaul dengan orang lain atau berada di antara orang banyak. Bagaimana meningkatkan rasa percaya diri anak?

Perihal mengatasi anak minder menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Psikologi Anak dan Remaja detikHealth 2014. Salah satu pertanyaan datang dari Gita, perempuan menikah berusia 35 tahun. <i>”Bagiamana ya caranya agar anak saya tidak minder. Dia itu laki-laki umur 12 tahun, pemalu sekali. Bahkan saat ada acara keluarga pun dia selalu minder pada saudara-saudaranya, padahal menurut saya tidak ada kekurangan apa pun dari dia yang patut membuat dia minder.”</i>

Pengasuh Konsultasi Psikologi Anak dan Remaja, Ratih Zulhaqqi, mengatakan anak yang minder kemungkinan dikarenakan memiliki rasa percaya diri yang rendah. Hal ini tentunya terkait dengan kemampuan sosialnya dalam berinteraksi di lingkungan. Perilaku minder yang dimunculkan oleh seorang anak bisa disebabkan oleh banyak hal.

“Coba saja bicara dari hati ke hati apa yang menyebabkan ia seperti itu dan berikan pengetahuan bagaimana cara untuk mengatasi minder saat hendak berinteraksi dengan lingkungan,” saran Ratih.

Tapi bagaimana jika rada minder itu terkait kondisi fisiknya yang berbeda dari teman-temannya? “Rasa percaya diri yang dimiliki oleh setiap orang adalah hasil dari sebuah proses panjang yang dilakukan secara konsisten. Proses yang bisa orang tua lakukan adalah ajak anak untuk tidak hanya fokus terhadap kekurangan dirinya dengan cara mengikutsertakannya ke kegiatan yang memang ia sukai,” tutur Ratih.

Selain itu ada baiknya kegiatan yang diikuti bertujuan untuk meningkatkan prestasi di bidang tersebut. Misalnya jika anak suka menari, maka orang tua bisa mengikutkan ia ke les menari sehingga ia bisa mengasah bakatnya yang akan berguna di kemudian hari. Selain itu, dukungan seluruh anggota keluarga akan sangat dibutuhkan untuk memunculkan perasaan aman dan meningkatkan self esteem sang anak.

“Orang tua juga bisa menunjukkan kepada anak mengenai contoh-contoh orang yang berhasil meskipun memiliki keterbatasan fisik sehingga ia memiliki pandangan bahwa sukses itu boleh menjadi mimpi semua orang dan semua orang boleh pula mewujudkannya,” kata Ratih.

Sumber:detikcom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s