Ketika Anak Mengeluh Lelah, Yuk Coba Dengarkan

Posted on

Jakarta, Zaman berubah seiring perkembangan teknologi dan informasi. Rasanya zaman sekarang memang lebih enak karena berbagai kemudahan yang didapat. Namun jika anak mengeluh lelah di tengah aneka kemudahan ini, yuk coba dengarkan.

“Kalau anak mengeluh capek, sebaiknya orang tua mendengarkan. Jangan malah menanggapi dengan ‘apa sih kamu, kamu sih enak sekarang nggak kayak zaman mama dulu’,” saran psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Sabtu (17/1/2015).

Karena dari keluhan sederhana ‘aku capek’ yang terlontar dari mulut anak, sebenarnya orang tua bisa menggali banyak hal. Bisa jadi karena pada saat itu anak sedang merasa tertekan dan membutuhkan pendengar atau justru membutuhkan saran untuk mengatasi masalahnya.

“Orang tua memang perlu peka pada anak, biarkan mereka mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Nah selanjutnya orang tua bisa turut ambil bagian untuk menyelesaikan masalah jika anak merasa masalahnya demikian berat,” sambung Ratih.

Tanpa respons yang tepat dari orang tua, anak akan memendam sendiri masalahnya. Tanpa menemukan tempat yang tepat untuk berbagi dan meminta saran, bisa menjadi akar depresi pada anak. Pada kasus yang paling parah, anak bisa melakukan tindakan nekat karena tidak bisa menyelesaikan masalahnya.

“Sebaiknya orang tua jangan hanya mau dimengerti anak, tapi cobalah juga untuk mengerti anak. Respons yang tepat atas keluhan anak bisa menyelamatkan mereka dari tindakan negatif,” kata Ratih.

Ratih menekankan perlunya orang tua mengalokasikan waktu yang berkualitas bersama anak. Dalam kesempatan itu orang tua bisa mendengarkan keluhan anak. “Dengan punya waktu yang berkualitas bersama anak, orang tua akan mau tahu apa yang disukai anak, apa yang dibutuhkan, bukan sekadar yang diinginkan,” kata Ratih yang juga pengasuh Konsultasi Psikologi Anak dan Remaja detikHealth.

Sumber:detikcom