Agar Kakak Bisa Menerima Kehadiran Adik Bayi

Posted on

Tidak semua anak siap menerima kehadiran anggota keluarga baru, dalam hal ini adik bayi yang baru lahir. Bisa jadi hal itu muncul lantaran jarak lahir kakak dan adik yang terlalu jauh. Nah, pertanyaan seputar menyiapkan mental si sulung agar bisa menerima kehadiran adik bayi menjadi salah satu pertanyaan terpopuler di Konsultasi Psikologi Anak dan Remaja detikHealth di 2014.

Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Rani, perempuan menikah berusia 37 tahun. “Halo Mbak, perkenalkan saya ibu satu anak laki-laki umurnya 15 tahun. Nah, kebetulan saat ini saya sedang mengandung anak kedua saya. Mungkin karena anak pertama saya ini terlalu lama jadi anak tunggal, dia sampai sekarang belum bisa menerima kehadiran adiknya, gimana cara memberi dia pengertian?”

Ratih Zulhaqqi, pengasuh Konsultasi Psikologi Anak dan Remaja detikHealth mengatakan mempersiapkan kakak untuk memiliki adik memang tidak mudah, terlebih lagi ketika jarak kelahiran terlalu jauh. Jika sang kakak sudah masuk usia remaja, maka sebaiknya diskusikan secara baik-baik dan coba identifikasi apa yang membuat kakak tidak menerima adik.

“Setelah diketahui penyebabnya maka coba untuk mencari win win solution dan meyakinkan kakak bahwa adik bukan sebuat musibah ketika dimiliki,” kata Ratih.

Dia menambahkan proses diskusi tentunya harus berlangsung dalam situasi yang santai dan tidak memicu konflik. “Jika memang tidak ditemukan solusinya, coba kunjungi psikolog untuk membantu dalam mengidentifikasi hal yang dirasakan kakak dan mencoba menjelaskan kepada kakak,” lanjut Ratih.

Bagi si calon kakak, ia perlu mendapat persiapan guna menghadapi kondisi hadirnya adik baru. Sebab nantinya saat adik sudah lahir, bisa perhatian tersedot kepada si kecil. Untuk itu ada baiknya orang tua mengkondisikan agar perhatian lingkungan tidak seluruhnya terpaku kepada adik.

“Lingkungan harus tetap mendahulukan kebutuhan emosional kakak sehingga ia tidak merasa diabaikan semenjak adik lahir. Membutuhkan proses bertahap dan waktu perlahan untuk melakukan persiapannya,” ujar Ratih yang berpraktik di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI Depok dan Pusat Layanan Tumbuh Kembang Kancil.

Sumber:detikcom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s